Tuesday, July 31, 2018

Ini Sawinya Mas Melki

Kenapa sawinya mas Melki?

Jadi ceritanya ...
Sebelum ditanam ke tanah biasanya benih saya semai dulu di media semai, bisa di sterofoam bekas makanan atopun gelas minuman plastik. Setelah mereka tumbuh dan berdaun minimal empat helai, barulah saya pindah ke tanah.

Kebetulan sawi ini sudah waktunya pindah ke tanah, jadi saya pun menggali tanah untuk mindahin dia. Setelah saya rasa lubangny sudah cukup dalam, saya tinggalin dulu buat ambil pupuk kompos yang kebetulan letaknya agak jauh dari galian tadi.
Pas balik lagi ke TKP, eeeh ... Ternyata lubang galiannya lagi dipipisin sama mas Melki dengan santainya =_=
Entah itu dia ngira saya bikinin wc buat dia, ato memang dia mau bantu saya ngasih pupuk urea buat tanaman ... Yg jelas akhirnya jadilah ini sawinya mas Melki.
Kita lihat saja kedepannya, apakah pipis mas Melki berpengaruh pada perkembangan sawi ini?

Makasi ya mas Melki udah bantuin =_=

_________________________________
Pagi yang cerah di awal bulan Agustus
Yogyakarta, 2018/08/01







_________________________________

UPDATE 2018/08/27

Ternyata sawi yg dipipisin mas Melki tumbuh lebih cepat dan lebih subur daripada sawi lain yang seumuran.

Jadi, apakah beneran pipis kucing bikin tanaman subur?

Entahlah (-w-)

Monday, July 30, 2018

Sawi Organik

Awalnya pengen nanam sawi karena seru aja tiap bikin mi instant bisa metik sawi langsung dari kebon.
Nggak nyangka bisa lebar dan gendut juga ya sawi yang 100% organik, walo sedikit bolong-bolong sih.
Not bad lah buat pemula seperti saya. Lumayan bisa buat topping kwetiau dadakan. Sawinya dari kebon sendiri, brokoli sama enokinya dari kebon orang tapi 😁😁

Selamat makaaan

Yogyakarta, 2018/07/31

Thursday, July 19, 2018

Hutan Mini-ku

Cabe, tomat, paprika, kemangi, sere, kelor, bawang daun, ciplukan, butterfly pea, sawi, bayam, kangkung, talok, bunga-bungaan, zinnia, kenikir, marigold, rumput liar, belalang, kutu putih, kutu daon ... Semua nyampur jadi satu ... Cuma berharap hama-hama ini nggak terlalu nakal dan migrasi ke sawah sebelah.

Terus, kemarin juga janjian sama mbak Jopa green (penjual bibit tanaman) di pameran potensi daerah. Akhirnya khilaf deh lihat tanaman ...
Hasilnya, ada 8 jenis warga baru calon penghuni hutan mini-ku. Mulai dari daun salam, murbai, pepaya jepang, cabe, seledri, cincau hijau, mawar sampe pohon lemon yang harganya 25 ribu aja. Siapa yang nggak khilaf coba? (Lupa kalo lahannya cuma seiprit doang)

Semoga semuanya bisa hidup rukun di hutan mini-ku dan tumbuh dengan subur.

Yogyakarta, 2018/07/20

Wednesday, July 18, 2018

My Husband ♥

Suami saya tu bukan yang hobi tanam-menanam, cuma sering bantu-bantuin nyiram tanaman sama cabut-cabut rumput liar aja.
Bahkan saking semangatnya, bibit tomat yang gak sengaja tumbuh di antara rumput liar pun ikut dicabut sama dia. Ya, sudahlah ... Salah saya juga sih gak buru-buru dipindah ke tempat yang lebih layak. Bagaimana, pun saya hargai usahanya untuk membantu 😁😁😁

Suatu sore pas lagi nyiramin tanaman, tiba-tiba dia tanya.

"Dek ..."

Kirain mau ngomong apaan serius,

"Pager segini kalo ada zombie aman nggak ya?"

(-_-)

(-_-)

(-_-)

Ya serah elu deh

Yogyakarta, 2018/07/19

Tuesday, July 17, 2018

Re-grow Kitchen Scraps

Once you start to re-grow yourself something from your kitchen scraps, you cannot stop it. Dan itulah yang sedang saya alami.

Jadi ceritanya sekitaran maret kemarin ada temen datang dan masak-masakan di rumah. Di antara bahan yang dipakai salah satunya adalah cabe teropong.

Singkat cerita, setelah selesai acara masak-masakannya, saya bebersih dapur. Dan nemulah itu beberapa butir biji cabe teropong yang tercecer di lantai. Karena udah bawaan hobi re-grow biji-bijian yang saya temukan di dapur, akhirnya iseng saya semai lah mereka.

Dan inilah hasilnya empat bulan kemudian. Walopun tidak maksimal karena terserang keriting daun, tapi mereka berbakti juga.

Alam memang ajaib. Hanya dari biji-bijian sisa sampah dapur, bisa dilipat-gandakan oleh alam jadi begitu banyak.

Nah ... sekarang saya yang jadi bingung nih,  Cabe-cabe ini mau diapakan karena saya nggak pernah masak pake cabe teropong :'(

Yogyakarta, 2018/07/18

Kenapa Berkebun?

Karena ... Bagi saya, kegiatan berkebun itu 'asupan' untuk jiwa yang sehat. Berkebun membuat hati bahagia, membuat kita banyak belajar dari alam. Berkebun mengajarkan rasa bersyukur. Berkebun juga mengukur derajat keimanan seseorang. Berapapun yang dihasilkan, itulah pemberian langsung dari Tuhan. Tidak bisa hanya sekedar mengandalkan teori dan logika. Terkadang tak sesuai logika pun dapat membuahkan hasil yang maksimal. Tak jarang pula, teori sudah diterapkan. Tapi bila Tuhan tidak berkehendak maksimal, hasilnya pun begitu-begitu saja. Di situlah seni berkebun, bersyukur dan pantang menyerah.

Semoga dapat sedikit menghijaukan bumi tercinta.

Yogyakarta, 2018/07/18

Bunga Refugia

Dulu awal-awal berkebun saya paling anti nanem bunga. Pikir saya, buat apa? Toh nggak bisa dimakan ini. Palingan buat asupan jiwa aja kan. B...